- Silahkan jalankan program Dreamweaver jika pembaca telah menginstalnya.
- Pada menu utama, pilih File --> New, maka akan muncul tampilan pilihan jenis dokumen baru yang ingin kita buat. Maksudnya adalah kita memilih apakah ingin membuat halaman web basic (statis), web dinamis (biasanya untuk web berbasis database), halaman template, dan lain-lain. Setiap kategori terdiri dari beberapa jenis dokumen. Menurut saya jenis ini dibedakan berdasarkan bahasa dan fungsi yang akan digunakan untuk halaman website yang akan kita buat. Karena saat ini kita mencoba belajar yang dasar terlebih dahulu, maka silahkan pilih kategori Basic Page dan jenisnya HTML.

- Tampilan layar desain Dreamweaver terdiri dari 3 jenis, yaitu code, split, dan design.
Layar Code berfungsi sebagai tempat kita membuat halaman web dengan mengetik bahasa pemograman secara langsung. Artinya, layar inilah yang menampilkan struktur bahasa pemograman web yang dipakai pada halaman web yang sedang kita buat. Pada bagian design, kita membuat website dengan menggunakan menu-menu yang tersedia, misalnya menu menambahkan gambar, membuat tabel, mengatur tampilan tulisan, dan lain-lain. Kita tidak perlu mengetik bahasa pemograman halaman web yang kita buat karena secara otomatis, setiap kita menambahkan sebuah elemen, maka dreamweaver akan menerjemaahkannya kedalam kalimat-kalimat bahasa pemograman yang kita gunakan. Inilah keunggulan dreamweaverdibanding notepad, frontpage, dan mungkin yang lainnya. Karena pada dreamweaver sudah tersedia menu-menu yang siap pakai untuk mendesain halaman web. Selain itu, interface-nya juga sangat bagus dan mudah digunakan. Bagian split berguna untuk membagi halaman kerja dreamweaver menjadi 2, separuh untuk menampilkan layar code, dan separuh lagi menampilkan layar design. Hal ini berguna jika kita ingin mendesain halaman melalui layar design namun ingin melihat perubahan kode bahasa webnya, dan juga sebaliknya. Jika pembaca masuk ke layarCode, Anda akan melihat struktur HTML seperti yang pernah saya tunjukkan pada postingan yang ini. Sebagai contoh struktur:<title>Untitled Document</title>dimana struktur tersebut berfungsi untuk mendefenisikan judul halaman web kita yang akan muncul di title bar browser. - Dibagian kiri atas dibawah menu File, terdapat menu dropdown yang terdiri dari beberapa pilihan. Pilihan ini berguna untuk memilih menu-menu desain yang akan kita gunakan. Misalnya kita ingin menambah gambar, maka pilih Common, maka disebelah kanannya akan muncul menu-menu bergambar yang bisa kita gunakan, salah satunya untuk memasukkan gambar ke halaman website.

- Coba pembaca masuk ke layar Design seperti yang saya jelaskan pada poin 3. Setelah memilih bagian tersebut, dibagian bawah pembaca akan melihat bagian Properties. Bagian ini berfungsi untuk mengatur tampilan dari elemen-elemen yang kita tambahkan kedalam halaman web yang kita buat. Menu-menu Properties ini hanya terlihat jika kita bekerja pada layar Design.

- Dibagian samping, terdapat pula bagian yang bernama Panel. Salah satu fungsi panel ini adalah untuk mengatur file-file web yang telah kita buat.

- Dibagian atas tepatnya disamping menu pilihan layar, ada kotak isian bernama Title. Bagian berfungsi untuk memberikan judul halaman web yang sedang kita buat yang akan muncul padatitle bar browser.
Fungsi ini sama seperti yang dijelaskan pada poin 3 diatas mengenai tag title. Coba pembaca ganti tulisan yang ada di kotak tersebut menjadi misalnya "Tutorial Website Dengan Dreamweaver". Setelah itu, kembali ke layar code dan lihat perubahan yang terjadi pada bagian tag <title>.
sumber:google.com
Rabu, 04 Januari 2012
Dasar-dasar Dreamweaver untuk Membuat Web
Dibagian ini kita akan mempelajaridasar-dasar dreamweaver untuk membuat website.
Sejarah dan Perkembangan PHP
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Perkembangan selanjutnya adalah Rasmus melepaskan kode sumber tersebut dan menamakannya PHP/FI, pada saat tersebut kepanjangan dari PHP/FI adalah Personal Home Page/Form Interpreter. Dengan pelepasan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter sudah diimplementasikan dalam C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend, menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998 perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan nama rilis tersebut menjadi PHP 3.0.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai. Versi ini banyak dipakai sebab versi ini mampu dipakai untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan proses dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Versi ini adalah versi mutakhir dari PHP. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Dalam versi ini juga dikenalkan model pemrograman berorientasi objek baru untuk menjawab perkembangan bahas pemrograman kearah pemrograman berorientasi objek.
PHP grup kini merilis versi PHP terbaru yaitu 5.1.6 [ sumber : wikipedia ]
Kelebihan PHP antara lain…
* Bahasa pemograman php adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung php dapat ditemukan dimana - mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis - milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, php adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
* PHP adalah termasuk bahasa embedded ( bisa diletakkan dalam tag HTML )
* PHP diterbitkan secara gratis
BEberapa system database yang didukung oleh PHP adalah :
* Oracle
* Sybase
* mSql
* MySql
* Solid
* Generic ODBC
* Postgres Sql
PHP banyak sekali digunakan untuk pengembangan web dinamis, dapat di katakan mayoritas pengembangan web didunia menggunakan PHP, misalnya saja web yang sudah melegenda beberapa tahun belakangan ini, yaitu friendster dan digg. Mengapa mereka menggunakan PHP? Yaa.. tentunya ada didalam keuntungan yang sudah kami sebutkan sebelumnya di atas tadi.
Web dinamis adalah sebuah web yang dapat melalukan update pada contentnya, didalamnya selalu terdapat CMS [Content Management System ] yaitu “ruang kendali” bagi pemilik website untuk melakukan update, biasanya jika ingin masuk ke dalam CMS ini user atau sang pemilik harus memberikan password agar “ruang kendali” bebas dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab.
Beberapa pihak pengembang web [ kami SimpleBlue.com salah satunya ] selalu memberikan CMS didalam web dinamis, jadi Anda pun tidak perlu bingung lagi untuk melakukan update pada web pribadi Anda. Kami akan memberikan salah satu contoh dari fungsi CMS, jika web Anda mempunyai kolom berita atau news, maka Anda tidak perlu lagi masuk ke dalam source code yang memusingkan kepala dan merepotkan, Anda hanya perlu masuk ke CMS dan pilih menu utuk melakukan perubahan content tersebut. Didalam CMS sendiri terdapat menu untuk menambah , merubah serta menghapus data.
Yaa.. kini dot php sudah sudah Anda pahami, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan rencana anda membangun web dinamis yang penuh dengan content, kami dengan senang hati akan membantu Anda dan memberikan konsultasi yang terbaik untuk Anda.
Selasa, 03 Januari 2012
Script PHP
HHP addcslashes () Fungsi
Definisi dan Penggunaan
The addcslashes () mengembalikan fungsi string dengan backslash di depan karakter yang ditentukan.
The addcslashes () mengembalikan fungsi string dengan backslash di depan karakter yang ditentukan.
Sintax
addcslashes (string, karakter)
Parameter | Description |
String | Diperlukan. Menentukan string untuk memeriksa |
characters | Diperlukan. Menentukan karakter atau kisaran karakter akan terpengaruh oleh addcslashes () |
Contoh 1Dalam contoh ini kita akan menambahkan backslash untuk karakter tertentu dalam string:
<?php $str = "Hello, my name is Kai Jim."; echo $str."<br />"; echo addcslashes($str,'m')."<br />"; echo addcslashes($str,'K')."<br />"; ?> |
Output dari kode di atas akan menjadi :
Hello, my name is Kai Jim. Hello, \my na\me is Kai Ji\m. Hello, my name is \Kai Jim. |
CONTOH 2
DALAM CONTOH INI KITA AKAN MENAMBAHKAN BACKSLASH UNTUKBERBAGAI KARAKTER DALAM SEBUAH STRING
<?php $str = "Hello, my name is Kai Jim."; echo $str."<br />"; echo addcslashes($str,'A..Z')."<br />"; echo addcslashes($str,'a..z')."<br />"; echo addcslashes($str,'a..h'); ?> |
| Output dari kode di atas akan menjadi : Hello, my name is Kai Jim. \Hello, my name is \Kai \Jim. H\e\l\l\o, \m\y \n\a\m\e \i\s K\a\i J\i\m. H\ello, my n\am\e is K\ai Jim. |
2. PHP chr() Function
Definisi dan Penggunaan
The chr () mengembalikan fungsi karakter dari nilai ASCII yang ditentukan.
The chr () mengembalikan fungsi karakter dari nilai ASCII yang ditentukan.
SYNTAX
chr(ascii)
Parameter | Description |
ascii | Required. An ASCII value |
Catatan: Parameter x dapat ditentukan dalam nilai desimal, oktal, atau heksadesimal. Nilai Oktal ditentukan dengan awalan 0, sedangkan nilai hex didefinisikan oleh 0x terkemuka.
CONTOH
<?php echo chr(52)."<br />"; echo chr(052)."<br />"; echo chr(0x52)."<br />"; ?> |
| Output dari kode di atas akan menjadi : 4 * R |
3. PHP chunk_split() Function
Definisi dan Penggunaan
The chunk_split () fungsi split string menjadi serangkaian bagian yang lebih kecil
Syntax
chunk_split(string,length,end) |
Parameter | Description |
string | Diperlukan. Menentukan string untuk memisahkan |
length | Opsional. Angka yang mendefinisikan panjang potongan.Default adalah 76 |
end | Opsional. Suatu dawai yang menggambarkan apa [yang] untuk menempatkan pada ujung masing-masing gumpal. Kelalaian adalah \r\n, |
Catatan: Fungsi ini tidak mengubah string asli.
Contoh 1
Dalam contoh ini kita akan membagi string setelah karakter masing-masing dan menambahkan "." setelah pemecahan masing-masing:
<?php $str = "Hello world!"; echo chunk_split($str,1,"."); ?> |
| Output dari kode di atas akan menjadi : H.e.l.l.o. .w.o.r.l.d.!. |
contoh 2
Dalam contoh ini kita akan membagi string setelah karakter keenam danmenambah "..." setelah pemecahan masing-masing.
<?php $str = "Hello world!"; echo chunk_split($str,6,"..."); ?> |
| Output dari kode di atas akan menjadi : Hello ...world!... |
4. PHP count_chars() Function
Definisi dan Penggunaan
The count_chars () mengembalikan fungsi berapa kali sebuah karakter ASCIIterjadi dalam sebuah string dan mengembalikan informasi
The count_chars () mengembalikan fungsi berapa kali sebuah karakter ASCIIterjadi dalam sebuah string dan mengembalikan informasi
Syntax
count_chars(string,mode) |
Parameter | Description |
string | Diperlukan. String yang akan diperiksa |
mode | Opsional. Menetapkan gaya default. 0 adalah defaul. gaya default Yang berbeda adalah: · " 0- suatu array dengan ASCII menghargai sama kunci dan jumlah kejadian seperti nilai · " 1- suatu array dengan ASCII value sama kunci dan jumlah kejadian seperti nilai, [yang] hanya mendaftar kejadian yang lebih besar dibanding nol · " 2- suatu array dengan ASCII value sama kunci dan jumlah kejadian seperti nilai, [yang] hanya mendaftar kejadian sepadan dengan nol didaftarkan · " 3- suatu string dengan semua karakter yang berbeda menggunakan · " 4- suatu string dengan semua karakter yang tak terpakai |
contoh 1
Dalam contoh ini kita akan menggunakan count_chars () dengan mode 1 untuk memeriksa string. Mode 1 akan mengembalikan array dengan nilai ASCII sebagai kunci dan bagaimana
berkali-kali hal itu terjadi sebagai nilai (misalnya pada contoh di bawah, nilai ASCII untuk "l" huruf 108, dan itu terjadi tiga kali):
berkali-kali hal itu terjadi sebagai nilai (misalnya pada contoh di bawah, nilai ASCII untuk "l" huruf 108, dan itu terjadi tiga kali):
<?php $str = "Hello World!"; print_r(count_chars($str,1)); ?> |
| Output dari kode di atas akan menjadi : Array ( [32] => 1 [33] => 1 [72] => 1 [87] => 1 [100] => 1 [101] => 1 [108] => 3 [111] => 2 [114] => 1 ) |
Contoh 2
Dalam contoh ini kita akan menggunakan count_chars () dengan mode 3 untuk memeriksa string. Mode 3 akan kembali string dengan semua karakter yang berbeda yang digunakan:
<?php $str = "Hello World!"; echo count_chars($str,3); ?> |
| Output dari kode di atas akan menjadi : !HWdelor |
5. PHP crypt() Function
Definisi dan Penggunaan
The crypt() fungsi kembalikan suatu string penggunaan encrypted TIDAK, Blowfish, atau MD5 algoritma.
Fungsi checkdate()
Fungsi checkdate() digunakan untuk memeriksa keabsahan suatu bentuk tanggal gregorian, atau bentuk tanggal internasional yang kita anut sekarang.
Sintaksnya adalah sebagai berikut:
checkdate(bulan, hari, tahun)
Bulan adalah angka integer 1 sampai dengan 12 yang mewakili bulan Januari sampai dengan Desember.
Hari adalah angka integer yang menunjukkan hari dalam 1 bulan. Angka yang valid adalah 1 hingga 30 atau 31 (untuk bulan Februari 1 hingga 28 atau 29).
Tahun adalah angka integer yang menunjukkan tahun. Angka yang valid adalah 1 hingga 32767. Contoh penggunaannya dalam skrip PHP adalah sebagai berikut:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi CheckDate </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Apakah tanggal 27 Februari 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(2,27,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
<br />
<br />
Apakah tanggal 13 Juni 1982 valid? <br />
<?php
$tes_tanggal = checkdate(6,13,1982);
if ($tes_tanggal==true) {
echo "Ya, tanggal tersebut valid";
} else {
echo "Tidak, tanggal tersebut tidak valid";
}
?>
</BODY>
</HTML>
Fungsi date()
Fungsi date digunakan untuk menampilkan tanggal dan/atau waktu sekarang. Sintaks penggunaannya adalah sebagai berikut:
date(format[,timestamp])
Format adalah karakter-karakter yang digunakan untuk memformat tampilan tanggal dan/atau waktu
Karakter-karakter yang digunakan untuk format adalah:
Karakter | Arti |
a | "am" atau "pm" |
A | "AM" atau "PM" |
B | Swatch Internet time |
d | Hari dalam satu bulan, 2 digit dengan diawali nol, dari "01" sampai "31" |
D | Hari dalam satu minggu, tekstual, 3 huruf; misal "Fri", “Sun” |
F | Bulan, tekstual, lengkap, misalnya “March”, “May” |
g | Jam, format 12 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "12" |
G | Jam, format 24 jam tanpa diawal nol, dari "1" sampai "23" |
h | Jam, format 12 jam, dari "01" sampai "12" |
H | Jam, format 24 jam, dari "00" sampai "23" |
i | Menit, dari "00" sampai "59" |
I | "1" jika Daylight Savings Time, "0" jika tidak. |
j | Hari dalam satu bulan, tanpa diawali nol, dari "1" to "31" |
l | Hari dalam satu minggu, tekstual, lengkap, misalnya "Friday", “Monday”. |
L | Bernilai "1" untuk tahun kabisat, “0” untuk bukan. |
m | Bulan dalam angka "01" sampai "12" |
M | Bulan, tekstual, 3 huruf, misal "Jan", “Mar” |
n | Bulan dalam angka tanpa diawali nol, dari "1" sampai "12" |
r | Format tanggal RFC 822, misalnya "Thu, 21 Dec 2000 16:01:07 +0200" |
s | Detik, dari "00" sampai "59" |
S | Akhiran yang menunjukkan angka dalam Bahasa Inggris, tekstual, 2 huruf, misalnya "th", "nd" |
t | Jumlah hari dalam satu bulan, dari "28" sampai "31" |
T | Setting zona waktu pada komputer, misal "MDT" |
U | Jumlah detik sejak Unix Epoch. |
w | Hari dalam angka untuk satu minggu, "0" untuk Minggu sampai "6" Sabtu. |
Y | Tahun, 4 digit, misal "2001" |
y | Tahun, 2 digit, misal "99" |
z | Hari dalam angka untuk satu tahun; dari "0" sampai "365" |
Z | Setting zona waktu dalam detik, dari "-43200" sampai "43200". Sebelah barat UTC bernilai negatif, dan sebelah timur UTC bernilai positif. |
Langganan:
Postingan (Atom)